Perjanjian Kerja Harian Lepas

December 3rd, 2013 No comments

Yang bertanda tangan di bawah, masing-masing*):

1. Nama : [..............................................]
Alamat : [..............................................]
Jabatan : [..............................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT [.......................] yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : [..............................................]
Alamat : [..............................................]
Jabatan : [..............................................]

Adalah hal ini bertindak untuk dan atas nama dirinya sendiri selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam satu perjanjian kerja harian lepas dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

PASAL 1

Hal yang dimaksudkan dengan perjanjian harian lepas di sini adalah PIHAK PERTAMA menyerahkan suatu pekerjaan untuk dikerjakan oleh PIHAK KEDUA dan dalam mengerjakan pekerjaan tersebut PIHAK KEDUA mematuhi peraturan dan sistem kerja yang berlaku pada perusahaan PIHAK PERTAMA.

PASAL 2

Pekerjaan yang akan diserahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA adalah [.......................].

PASAL 3

1. PIHAK KEDUA harus mematuhi tata tertib kerja serta perintah langsung dan atau tidak langsung dari PIHAK PERTAMA.

2. Apabila PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran disiplin kerja yang berlaku pada PT [...............................] maka PIHAK PERTAMA berhak memberikan sanksi sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA berdasarkan peraturan yang berlaku.

PASAL 4

1. Pengaturan mekanisme kerja seperti tugas dan tanggung jawab PIHAK KEDUA akan disampaikan dalam sebuah pengarahan langsung oleh PIHAK PERTAMA sebelum PIHAK KEDUA memenuhi pekerjaannya.

2. PIHAK KEDUA hanya diperkenankan mengerjakan pekerjaan [............................] dari PT [.............................] dan dengan demikian PIHAK KEDUA tidak diperkenankan untuk mengerjakan pekerjaan lain, kecuali atas persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.

PASAL 5

1. Hubungan kerja antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA berlaku selama [...................] bulan terhitung sejak perjanjian ini ditandatangani dan berakhir pada tanggal [........] bulan [....] tahun [....].

2. Apabila pekerjaan tersebut ternyata belum selesai maka kedua belah pihak dapat membuat pembaruan perjanjian atas kesepakatan tertulis dari kedua belah pihak.

PASAL 6

1. PIHAK PERTAMA setuju dan bersedia memberikan gaji kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp [................................] setiap hari kehadiran kerja PIHAK KEDUA.

2. Apabila PIHAK KEDUA tidak hadir, dengan alasan apa pun maka PIHAK PERTAMA tidak membayarkan gaji kepada PIHAK KEDUA.

3. Pembayaran gaji oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan [......] kali dalam [......] minggu yakni pada setiap hari [.............].

PASAL 8

1. PIHAK KEDUA bekerja selama [...] hari kerja dalam seminggu.

2. Apabila PIHAK PERTAMA meminta PIHAK KEDUA untuk bekerja di luar jam kerja sebagaimana disebut pada ayat 1 maka PIHAK KEDUA berhak mendapat upah lembur sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan tersebut.

PASAL 9

Setiap waktu hubungan kerja antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA dapat diakhiri bilamana PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran berat sebagai berikut.

a. Melakukan pencurian, penggelapan, dan atau perbuatan melawan hukum lainnya.

b. Melakukan penganiayaan terhadap PIHAK PERTAMA dan mitra bisnisnya, sesama rekan kerja dan anggota keluarganya.

c. Berkelahi dengan sesama pekerja.

d. Merusak dengan sengaja atau karena kecerobohannya yang menimbulkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA.

e. Memberikan keterangan palsu, atau melakukan perbuatan lain yang menimbulkan kericuhan di lokasi perusahaan PIHAK PERTAMA.

f. Mabuk, berjudi, menggunakan obat terlarang di lingkungan kerja.

g. Menghina dan atau mencemarkan nama baik PIHAK PERTAMA dan atau mitra bisnisnya dan atau pekerja lainnya beserta keluarganya.

h. Membantah dan atau menolak perintah/instruksi dari PIHAK PERTAMA.

i. Tidak masuk kerja selama [......] hari berturut-turut tanpa keterangan tertulis atau alasan yang sah yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

j. Menyalah gunakan jabatannya yang dapat menimbulkan kerugian pada PIHAK PERTAMA.

k. Melakukan pelanggaran lainnya yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran berat menurut peraturan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

PASAL 10

1. Perjanjian ini dan segala akibat hukumnya, hanya tunduk pada hukum dan ketentuan-ketentuan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

2. Apabila terjadi perselisihan dalam pelaksanaan perjanjian ini, maka kedua belah pihak akan menyelesaikan secara musyawarah untuk mufakat.

3. Apabila secara musyawarah untuk mufakat tidak memuaskan kedua belah pihak, maka akan diselesaikan lewat jalur hukum. Untuk maksud tersebut kedua belah pihak memilih tempat kediaman hukum yang tidak berubah pada kantor Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial [..............] untuk menyelesaikannya.

PASAL 12

Demikian perjanjian ini dibuat dan ditandatangani PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dibuat dalam rangka 2 (dua) dengan dibubuhi materai secukupnya dan masing-masing mempunyai

kekuatan hukum yang sama; dibuat tanpa adanya paksaan dari pihak manapun dan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

Dibuat di : [.............................]
Pada : [.............................]

PIHAK PERTAMA                                                                            PIHAK KEDUA
[................................]                                                              [..............................]

Categories: Uncategorized Tags:

SURAT PERJANJIAN KERJA

May 22nd, 2013 No comments

Pada hari ini _____ tanggal _____ bulan _____ tahun _____ telah terjadi Perjanjian Kerja antara:

 

1.  Nama         :

Pekerjaan   :

Alamat       :

 

Dalam hal ini bertindak dalam jabatannya selaku direktur dari dan oleh karena itu bertindak untuk dan atas nama perseroan terbatas “PT _____” berkedudukan di Jalan _____ , selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

 

2.  Nama         :

Usia            :

Alamat       :

 

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas diri sendiri, selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

 

Sebelumnya Para Pihak menerangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut:

 

-     Bahwa PIHAK PERTAMA dengan ini bermaksud mempekerjakan PIHAK KEDUA, dan PIHAK KEDUA dengan ini menyetujui untuk bekerja pada PIHAK PERTAMA dengan status sebagai karyawan tetap.

 

-     Bahwa PIHAK PERTAMA mempekerjakan PIHAK KEDUA untuk jabatan _____ atau untuk melaksanakan pekerjaan _____ .

 

Selanjutnya Para Pihak sepakat mengikatkan diri dalam Perjanjian Kerja ini dengan ketentuan dan syarat-syarat yang dituangkan dalam pasal-pasal berikut ini:

 

 

Pasal 1

MASA BERLAKU

 

Perjanjian Kerja ini berlaku untuk jangka waktu _____ tahun dihitung sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Kerja ini. Sesudah jangka waktu di atas habis, atas persetujuan kedua belah pihak Perjanjian ini dapat diperpanjang.

 

 

Pasal 2

PENEMPATAN

 

PIHAK KEDUA akan ditempatkan sebagai _____ pada Departemen _____. Apabila dipandang perlu dan juga dikehendaki, PIHAK PERTAMA dapat menempatkan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan lain yang oleh PIHAK PERTAMA dianggap cocok serta sesuai dengan keahlian yang dimiliki PIHAK KEDUA, dengan ketentuan masih dalam lingkup perusahaan _____ .

 

 

Pasal 3

GAJI DAN CARA PEMBAYARAN

 

1.   PIHAK PERTAMA akan memberikan gaji kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp _____ (_____ Rupiah) setiap bulan serta tunjangan-tunjangan lain sesuai dengan Peraturan Perusahaan yang berlaku.

 

2.   Pembayaran gaji PIHAK KEDUA akan dibayarkan pada setiap akhir bulan langsung pada rekening PIHAK KEDUA.

 

 

Pasal 4

JAM KERJA

 

PIHAK KEDUA setuju mengikuti jam kerja selama _____ hari kerja seminggu, dimulai pada hari Senin dan berakhir pada hari Jumat, jam kerja dimulai dari pukul _____ WIB sampai dengan pukul _____ WIB.

 

 

Pasal 5

LEMBUR

 

1.   Jika tersedia pekerjaan yang harus segera diselesaikan atau bersifat mendesak, maka PIHAK KEDUA sanggup bekerja lembur, dan untuk itu PIHAK PERTAMA akan membayar kerja lembur kepada PIHAK KEDUA sebagaimana ditentukan oleh ketetapan Menteri Tenaga kerja.

 

2.   Pembayaran upah lembur akan dibayarkan sekaligus bersamaan dengan gaji yang akan diterima PIHAK KEDUA pada setiap akhir bulan.

 

 

Pasal 6

CUTI

 

1.   PIHAK KEDUA berhak mendapat cuti tahunan sesuai ketentuan-ketentuan tata tertib perusahaan dan peraturan Pemerintah tentang ketenagakerjaan selama 12 hari.

 

2.   Pengajuan cuti dapat dilakukan selambat-lambatnya 1 minggu sebelum pelak-sanaan cuti dengan mendapat pengesahan dan izin dari atasan langsung yang bersangkutan.

 

 

 

 

 

Pasal 7

FASILITAS-FASILITAS

 

PIHAK KEDUA berhak mendapatkan biaya pengobatan dan perawatan apabila PI-HAK KEDUA sakit atau memerlukan perawatan kesehatan sesuai dengan syarat, peraturan, dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

 

 

Pasal 8

TATA-TERTIB PERUSAHAAN

 

PIHAK KEDUA bersedia menaati segala peraturan tata-tertib perusahaan yang telah ditetapkan PIHAK PERTAMA. Pelanggaran terhadap peraturan-peraturan tersebut di atas dapat mengakibatkan PIHAK KEDUA diberhentikan atau dikenai hukuman administratif sebagaimana tersebut dalam peraturan tata-tertib perusahaan.

 

 

Pasal 9

MASA PERCOBAAN

 

1.   PIHAK KEDUA wajib menjalani masa percobaan selama jangka waktu 3 bulan terhitung sejak tanggal Perjanjian ini.

 

2.   Selama masa percobaan, apabila terjadi pemutusan hubungan kerja PIHAK KEDUA tidak dapat menuntut ganti rugi atau pesangon.

 

3.   Apabila PIHAK KEDUA dianggap memenuhi persyaratan sebagai karyawan melalui hasil evaluasi selama masa percobaan oleh PIHAK PERTAMA, maka PIHAK PERTAMA akan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa PIHAK KEDUA akan diangkat dan berstatus sebagai karyawan tetap.

 

 

Pasal 10

BERAKHIRNYA PERJANJIAN

 

Perjanjian ini berakhir dengan sendirinya apabila PIHAK KEDUA meninggal dunia, atau karena tindakan Pemerintah, atau apa pun yang mengakibatkan perjanjian kerja ini tidak mungkin lagi untuk diwujudkan. Dalam hal PIHAK KEDUA membuat kesalahan berat pada perusahaan, Perjanjian kerja dapat dibatalkan oleh PIHAK PERTAMA tanpa berkewajiban untuk memberi uang pesangon.

 

 

Pasal 11

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

 

Apabila terjadi perselisihan dalam pelaksanaan Perjanjian Kerja ini, Para Pihak akan menyelesaikan dengan jalan musyawarah. Dan, apabila tidak dapat diselesaikan PARA PIHAK akan menyelesaikannya melalui Kantor Panitera Pengadilan Negeri _____ .

 

Demikian Perjanjian Kerja ini dibuat sebagai bukti yang sah oleh para pihak pada hari, tanggal, bulan, dan tahun seperti yang telah disebutkan pada awal Perjanjian.

 

 

PIHAK PERTAMA                                                             PIHAK KEDUA

 

 

 

 

( ……………….. )                                                                  ( ……………….. )

 

Categories: Uncategorized Tags: